Apakah zaman Rasulullah Sudah ada COVID-19?

Kekhawatiran warga Negara Indonesia dalam menghadapi wabah virus mematikan tengah diuji. Kejelian pemerintah dalam menyikapi wabah Covid-19, guna mengantisipasi penambahan korban sangat dinantikan.

Virus Corona (yang secara resmi dinamakan WHO: corona virus disease 2019 atau COVID-19). Berdasarkan data resmi per hari ini Covid-19 telah menjangkiti lebih dari 149 ribu orang di 121 negara dengan jumlah kematian melebihi 5000 jiwa.

Apakah Zaman Nabi Muhammad pernah ada Wabah Covid-19?

Berdasarkan literatur dan hadits dari berbagai sumber, ternyata wabah Covid-19 pernah terjadi namun dengan nama lain yakni Tho’un atau wabah penyakit.

Pada tahun 18 Hijriyah wabah Tho’un pada saat itu ialah wabah kolera menyerang Negeri Syam sehingga menyebabkan 25.000 kaum muslimin meninggal dunia, diantaranya ialah Yazid bin Abu Sofyan, Abu Ubaidah, Mu’az bin Jabbal, dan beberapa sahabat lainnya.

Pada Masa itu Umar bin Khattab memerintahkan kaum muslimin untuk tidak mendatangi tempat-tempat keramain dan mengunjungi wilayah atau daerah yang terjangkit wabah. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW.

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Kebijakan-kebijakan untuk antisipasi Wabah Covid-19 didunia saat ini, banyak mengacu pada kebijakan yang diambil ummat islam pada masa yang lampau, seperti pelarangan berkumpul dikeramaian, mengurung diri dirumah agar tidak tertular dan sebagainya.

  • Add Your Comment