Perjalanan Terjauh

Padang. Hidup manusia didunia ini merupakan bagain dari perjalanan panjang yang harus ditempuh. Ibarat berpergian jauh, dunia ini adalah tempat persinggahannya, mencari bekal yang cukup untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Perjalanan panjang itu menuju kampung halaman manusia yakni surga dimana awal mula manusia itu berada. Tapi untuk menuju kampung halaman tersebut haruslah memiliki bekal amal kebaikan yang cukup, jika tak cukup bekal maka tak akan sampai ke kampung halaman, malah akan menuju jalan yang lain yakni jalan ke neraka.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata,

الناس منذ خلقوا لم يزالوا مسافرين, ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﺣﻂٌّ ﻋﻦ ﺭِﺣﺎﻟﻬﻢ ﺇﻻَّ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨَّﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻨﺎﺭ

“Manusia sejak diciptakan senantiasa menjadi musafir, Batas akhir perhentian perjalanan mereka adalah surga atau neraka.”

Perjalanan ini jauh, bekal pun harus cukup. Bekalnya hanya amal kebaikan dan kesholehan manusia. Jika dalam timbangan amal kebaikan kelak dihari perhitungan tidak mencukupi maka akan terhenti di neraka, namun jika amal kebaikannya mencukupi maka Allah SWT akan memasukkannya ke dalam Surga.

Selagi hidup didunia, manusia harus mencari bekal yang cukup agar bisa sampai ke kampung halaman yang sesungguhnya. Karena dunia hanya persinggahan menuju perjalanan terjauh manusia.

Allah berfirman, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. al-Hadiid [57]: 20)

  • Add Your Comment