Keutamaan Bulan Dzulhijah.

PADANG. Pemerintah melalui kementerian agama menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu (22/7/2020). Artinya Idul Adha akan jatuh pada hari jum’at 31 Juli 2020.

Sebagai umat islam, memasuki bulan Dzulhijjah banyak amalan yang dapat dilakukan guna meningkatkan kuantitas dan kualitas iman kita, salah satunya ialah puasa pada bulan Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437)

Di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. (Latho-if Al Ma’arif, hal. 459)

Hadits lain yang berkaitan dengan bulan Dzulhijjah ialah

“Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Banyak mengingat Allah SWT dengan meningkatkan amal-amal sholeh menjadikan bulan Dzulhijjah semakin istimewa bagi kita umat muslim. Bahkan amal shaleh yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah lebih dicintai Allah SWT.

Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen).” (HR. Al Bukhari, Ahmad, Abu Daud, dan At Turmudzi)

  • Add Your Comment