Hati-hati.!! Sepiring Daging Haram di Meja Makanmu.

PADANG. Banyak yang tidak sadar bahkan menikmati menu makanan haram ketika berkumpul bersama sahabat dan saudara. Biasanya makanan haram ini banyak terhidang di rumah makan, dicafe, dan tempat berkumpul lainnya, bahkan di tempat ibadah pun terkadang ada semangkuk daging haram yang tersajikan.

Kita sebagai orang islam haruslah hati-hati ketika memesan makanan jangan sampai ada sepiring daging haram yang tersajikan di meja makan kita.

Sepiring daging haram ini adalah Ghibah yang dapat menghapus amalan kebaikan kita, berhati-hati menjaga lisan merupakan cara ampuh agar kita tak termakan daging haram ini. Membicarakan aib orang lain yang terkdang terasa lezat dilidah namun mengantarkan kita menuju pintu neraka.

Ghibah sebagaimana telah jelas pengertiannya yang terdapat dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخْيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

 “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan rasulNya yang lebih tahu’. Rasulullah bersabda: Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’. Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’ Rasulullah bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu.’” (HR. Muslim no. 2589)

Ghibah ini ibarat daging lembu yang dimasak dengan rempah-rempah pilihan namun ketika penyembelihannya tidak menyebut nama Allah SWT sehingga jatuh pada keharaman. Bahkan lebih kerasnya lagi mengghibah atau bergunjing seperti memakan bangkai saudaranya sendiri yang telah mati, sebagaimana firman Allah SWT.

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).

Untuk itu marilah kita senantiasa bertaubat kepada Allah SWT, selalu menjaga lisan serta bergaul dengan orang-orang yang selalu dekat kepada Allah, sehingga kita terhindar dari sepiring daging haram yang namanya Ghibah/bergunjing.

  • Add Your Comment